Sejarah DJ : AIB SEJARAH


Disc Jockey atau yang biasa kita sebut dengan DJ adalah seseorang yang berprofesi memainkan musik, rekaman atau apapun yang berjenis suara dengan tujuan menghibur para pendengarnya.

Pada awal mulanya yang disebut seorang DJ adalah para penyiar radio yang memutarkan lagu-lagu populer dengan cara memutarkan 'cakram' karena itu lah mereka disebut Disc Jockey.

Sejarah awal mula DJ Radio :
Christopher Stone (1892-1965) menjadi DJ pertama di The United Kingdom pada tahun 1927.

Martin Block (1901-1967), DJ Radio pertama yang menjadi bintang, menginspirasikan istilah "Disco Jockey".

Alan Freed (1922-1965), menjadi orang pertama yang memperkenalkan musik Rhythm and Blues bangsa Afrika-Amerika di Amerika Serikat dan Eropa dibawah nama Rock and Roll.

Murray "The K" Kaufman (1922-1982), DJ rock and roll berpengaruh untuk pertama kalinya dibayar sebagai "The Fifth Beatle"

Rog Martin (lahir pada tahun 1941), DJ pertama yang memutar hit-hit Top 40 di Stereo pada tahun 1968. Sebuah stasiun radio di Los Angeles menjadi buktinya.
Jimmy Savile (lahir pada tahun 1926), sangat terkenal dalam acara TV BBC bernama Jim'll Fix It yang mengabulkan permintaan penggemarnya yang kebanyakan anak-anak. Pada tahun 1947 dia menjadi DJ pertama yang menggunakan turntable kembar untuk memutar kontinyu setelah dia membayar seorang pekerja logam setempat untuk mengelas dua deck rekaman menjadi satu.

Dick Clark, seorang enterteiner. Lahir pada tahun 1929, pembawa acara pada American Bandstand, acara musik di televisi dengan masa tayang terlama, dikenal baik sebagai salah satu yang menyatukan acara radio secara nasional.

Casey Kasem, lahir pada tahun 1932, seorang DJ dan ahli sejarah, pembawa acara radio terlama yaitu TOP 40. Juga dikenal sebagai pengisi suara Shaggy di serial kartun Scooy-Doo.

Wolfman Jack (1938-1995), keluar dari kecintaannya pada film-film horor dan rock and roll untuk menciptakan suara aneh, yang sangat disukai, salah satu suara radio yang paling disenangi.

John Peel (1939-2004), salah satu DJ asli dari acara radio BBC Inggris, Radio1, dikenal sebagai seorang yang sangat luar biasa pada kesukaannya terhadap musik dan menjuarakan artis-artis yang tidak terkenal.

Jim Ladd (lahir pada tahun 1928), dikenal sebagai salah satu DJ Free from Rock di radio komersial Amerika Serikat.

Setelah DJ Radio mulai berkembang pesat, maka muncul lah para generasi selanjutnya yaitu DJ Club seperti kebanyakan DJ zaman sekarang.

DJ Club yang dimaksud adalah DJ yang bermain atau memainkan lagu di peta rumahan, disko, club kecil atau bahkan di pesta besar seperti di stadion atau club besar.

Berikut adalah beberapa DJ yang menjadi titik awal berkembangnya DJ Club hingga sekarang :

David Mancuso (lahir pada tahun 1944), penggagas dari pesta bawah tanah New York City pertama dengan nama The Loft. Francis Grasso (1948-2001), memperkenalkan beberapa teknik DJ terbaru termasuk beatmatching dan slip-cueing. Larry Levan (1954-1992), seorang prolific re-mixer dan DJ di The Paradise Garage.

Frankie Knuckles (lahir pada tahun 1955), bapak dari House Music.

Paul Oakenfold (lahir pada tahun 1963), produser rekaman Inggris, re-mixer dan salah satu DJ yang terkemuka di dunia, dinobatkan menjadi mega bintang DJ.

Tiesto (lahir pada tahun 1969), salah seorang DJ aliran "musik Trance" dipilih oleh majalah DJ Magazine's sebagai DJ nomer satu untuk tahun 2004.

Keoki (lahir pada tahun 1969), seorang musisi musik Techno terkenal, difilmkan dalam film Party Monster pada tahun 2003.

Sedangkan untuk di Indonesia sendiri DJ baru masuk pada tahun 1970-an, karena pada tahun tersebut mulai bermunculan pesta atau party kecil yang dibuat di rumah. Sehingga mulai lah bermunculan para DJ yang siap untuk menghibur mereka yang berpesta.

Pada saat itu DJ di Indonesia belum melakukan mixing walaupun mereka sudah menggunakan Turntable dan piringan hitam, dikarenakan pada saat itu mixer masih sangat langka di Indonesia.

Sejak saat itu lah mulai bermunculan club-club yang menyajikan musik DJ sebagai bintang utamanya, walaupun saat itu DJ hanya dilakukan sebagai pekerjaan sampingan.

Dari tahun ke tahun perkembangan club di Indonesia makin besar dan mereka pun menyediakan perlengkapan yang makin baik untuk para DJ.
Beberapa club yang terkenal di Jakarta saat itu adalah 2001 Club, Mash 76, Justine, dll.

Maka dari sejarah awalnya dunia DJ, sekarang banyak orang yang melakonu pekerjaan tersebut sebagai profesi utama, dan makin banyak pula yang belajar menjadi seorang DJ.Turntable.
READ MORE - Sejarah DJ : AIB SEJARAH

Disc Jockey atau yang biasa kita sebut dengan DJ adalah seseorang yang berprofesi memainkan musik, rekaman atau apapun yang berjenis suara dengan tujuan menghibur para pendengarnya.

Pada awal mulanya yang disebut seorang DJ adalah para penyiar radio yang memutarkan lagu-lagu populer dengan cara memutarkan 'cakram' karena itu lah mereka disebut Disc Jockey.

Sejarah awal mula DJ Radio :
Christopher Stone (1892-1965) menjadi DJ pertama di The United Kingdom pada tahun 1927.

Martin Block (1901-1967), DJ Radio pertama yang menjadi bintang, menginspirasikan istilah "Disco Jockey".

Alan Freed (1922-1965), menjadi orang pertama yang memperkenalkan musik Rhythm and Blues bangsa Afrika-Amerika di Amerika Serikat dan Eropa dibawah nama Rock and Roll.

Murray "The K" Kaufman (1922-1982), DJ rock and roll berpengaruh untuk pertama kalinya dibayar sebagai "The Fifth Beatle"

Rog Martin (lahir pada tahun 1941), DJ pertama yang memutar hit-hit Top 40 di Stereo pada tahun 1968. Sebuah stasiun radio di Los Angeles menjadi buktinya.
Jimmy Savile (lahir pada tahun 1926), sangat terkenal dalam acara TV BBC bernama Jim'll Fix It yang mengabulkan permintaan penggemarnya yang kebanyakan anak-anak. Pada tahun 1947 dia menjadi DJ pertama yang menggunakan turntable kembar untuk memutar kontinyu setelah dia membayar seorang pekerja logam setempat untuk mengelas dua deck rekaman menjadi satu.

Dick Clark, seorang enterteiner. Lahir pada tahun 1929, pembawa acara pada American Bandstand, acara musik di televisi dengan masa tayang terlama, dikenal baik sebagai salah satu yang menyatukan acara radio secara nasional.

Casey Kasem, lahir pada tahun 1932, seorang DJ dan ahli sejarah, pembawa acara radio terlama yaitu TOP 40. Juga dikenal sebagai pengisi suara Shaggy di serial kartun Scooy-Doo.

Wolfman Jack (1938-1995), keluar dari kecintaannya pada film-film horor dan rock and roll untuk menciptakan suara aneh, yang sangat disukai, salah satu suara radio yang paling disenangi.

John Peel (1939-2004), salah satu DJ asli dari acara radio BBC Inggris, Radio1, dikenal sebagai seorang yang sangat luar biasa pada kesukaannya terhadap musik dan menjuarakan artis-artis yang tidak terkenal.

Jim Ladd (lahir pada tahun 1928), dikenal sebagai salah satu DJ Free from Rock di radio komersial Amerika Serikat.

Setelah DJ Radio mulai berkembang pesat, maka muncul lah para generasi selanjutnya yaitu DJ Club seperti kebanyakan DJ zaman sekarang.

DJ Club yang dimaksud adalah DJ yang bermain atau memainkan lagu di peta rumahan, disko, club kecil atau bahkan di pesta besar seperti di stadion atau club besar.

Berikut adalah beberapa DJ yang menjadi titik awal berkembangnya DJ Club hingga sekarang :

David Mancuso (lahir pada tahun 1944), penggagas dari pesta bawah tanah New York City pertama dengan nama The Loft. Francis Grasso (1948-2001), memperkenalkan beberapa teknik DJ terbaru termasuk beatmatching dan slip-cueing. Larry Levan (1954-1992), seorang prolific re-mixer dan DJ di The Paradise Garage.

Frankie Knuckles (lahir pada tahun 1955), bapak dari House Music.

Paul Oakenfold (lahir pada tahun 1963), produser rekaman Inggris, re-mixer dan salah satu DJ yang terkemuka di dunia, dinobatkan menjadi mega bintang DJ.

Tiesto (lahir pada tahun 1969), salah seorang DJ aliran "musik Trance" dipilih oleh majalah DJ Magazine's sebagai DJ nomer satu untuk tahun 2004.

Keoki (lahir pada tahun 1969), seorang musisi musik Techno terkenal, difilmkan dalam film Party Monster pada tahun 2003.

Sedangkan untuk di Indonesia sendiri DJ baru masuk pada tahun 1970-an, karena pada tahun tersebut mulai bermunculan pesta atau party kecil yang dibuat di rumah. Sehingga mulai lah bermunculan para DJ yang siap untuk menghibur mereka yang berpesta.

Pada saat itu DJ di Indonesia belum melakukan mixing walaupun mereka sudah menggunakan Turntable dan piringan hitam, dikarenakan pada saat itu mixer masih sangat langka di Indonesia.

Sejak saat itu lah mulai bermunculan club-club yang menyajikan musik DJ sebagai bintang utamanya, walaupun saat itu DJ hanya dilakukan sebagai pekerjaan sampingan.

Dari tahun ke tahun perkembangan club di Indonesia makin besar dan mereka pun menyediakan perlengkapan yang makin baik untuk para DJ.
Beberapa club yang terkenal di Jakarta saat itu adalah 2001 Club, Mash 76, Justine, dll.

Maka dari sejarah awalnya dunia DJ, sekarang banyak orang yang melakonu pekerjaan tersebut sebagai profesi utama, dan makin banyak pula yang belajar menjadi seorang DJ.Turntable.

0 komentar:

Post a Comment